Ibu, Kenapa Ini Pakai تلك

Ibu , Kenapa Ini Pakai تلك. ?

Bersabar dalam proses , karena setiap pencapaian anak itu berbeda. Sempat ibu memutar otak bagaimana supaya kakak merasa enjoy dengan bahasa arab.
Pernah bilang  " Ibu , kakak nggak ngerti Bahasa Arab lebih mudah Bahasa Inggris." atau keluhan lain bilang " Iya bu kakak paham kita sebagai muslim wajib belajar Bahasa Arab, tapi kakak nggak paham, bingung"  pernah juga bilang begini "Kakak sudah coba catet lho, hehe kan biasanya nggak  pernah catet, tapi khusus bahasa arab ini kakak catet lho , ya setidaknya dapat pahala nyatet" sambil senyum-senyum.

Ibu jawab " iya Kak ibu juga pernah di posisi kakak , bingung harus darimana belajarnya , terus gak paham-paham. Tapi ya ibu tetap coba belajar, kakak tahu kan ibu juga masih belajar sampai sekarang."  Apalagi kakak pernah keder lihat kakak kelas #SMPAlamMutiaraUmat yang baca kitab atau mengi'robi dengan cas cis cus 😁 , serasa menurutnya bahasa arab susaaah.

Ibu pun memutar otak, ingat lagi gaya belajarnya sejak kecil. Ketika akan ujian tentang isim dan fiil , ibu buatkan mind map isim dan fiil. Kebetulan anak sensing ,ada poin yang penting di buku kasih stabilo. Terus ajak diskusi santai sambil lihat mind map. Pikir ibu, okelah gak masalah ia tertinggal jauh dari temannya, ibu ulang dari awal setidaknya ia merasa asyik dulu dengan bahasa arab.

Alhamdulillah dengan mind map dan diskusi ia merasa tergambar dulu apa itu isim dan apa itu fi'il. Nah, sampailah bahas tentang isim isyaroh untuk benda berakal dan tidak berakal. Tiba-tiba kakak diam seperti mikir dan bilang " Ibu, di surat Al Baqarah awal juz 3 (maksudnya ayat 253) disitu pakai  تلك الرسل  ? "
Kan تلك untuk jamak tidak berakal, الرسل  kan jamak berakal, penjelasannya gimana?

Krik..krik..ibu pun diam hehe.. "iya kah coba ibu buka Al Qur'an. Eh iya bener..."  "Ibu tidak tahu jawabannya, yang pasti ini spesial, kita tanya ustadzah saja ya " . Ibu cuma mbatin...padahal baca Al Qur'an bolak balik kok nggak kepikiran sampai situ ya hehe..

Ibu tanya ke ustadzah, pernah nggak ada yang tanya begini? Katanya ustadzah belum ada. Terus kata ustadzah begini " Itu dia memang kalau hafalan Alqur'an dan belajar bhs Arabnya sama2 jalan ,in syaa Allah akan saling mempermudah, dan pemikiran anak hidup, kritis.

Maasyaa Allah Tabarakallah...

Satu hal yang ibu ambil pelajaran, sebagai orang tua terus dan terus bersabar dengan proses. Setiap anak punya pencapaiannya masing-masing, tetap kreatif, dampingi dengan cinta dan sabar,  jika momentum itu datang ia akan melejit.

***
Ini jawaban ustadzah atas pertanyaan kakak 😊

Iya, secara kaidah,kata tunjuk تلك untuk isim muannats mufrod, juga untuk jamak tidak berakal, jika ada yang berbeda dengan kaidah, itu pengecualian, ada penjelasan sendiri yang keluar dari  'adah/kebiasaan dan karena ini Alqur'an, ngembalikan nya ke tafsirnya.

Pd surat Baqarah ayat 253), bercerita tentang para Rasul, yang Allah bedakan derajat mereka satu sama lain.
faktany kan para Rasul itu laki-laki, lalu  kenapa kata tunjuk dalam ayat tersebut “tilka” dan bukan “ulaaika” atau “dzalika”,ada di tafsir “Nazhm ad Durar” karya Imam Al Biqqa’i.

                                                                              تلك adalah  kata ganti penunjuk bagi sesuatu yang jauh dan bersifat
muanats,dalam kasus “tilka ar rusul” : kata “tilka” dipakai untuk menunjukkan betapa tinggi dan mulianya derajat para Rasul itu dan sangat jauh di atas derajat manusia lainnya. Posisi Kerasulan bukan posisi yang dapat diupayakan olh manusia pd umumny.

dalam hal ini, memakai “tilka” sebagai penunjuk “jauh” dapat dipahami,

Akan tetapi kenapa harus muannats?

Abu Al hasan Al Hirali memberikan penjelasan :
“Pemakaian Tilka dan bukan Ulaika adalah sebagai pembukaan atas kisah yang akan terjadi sesudah datangnya para Rasul, yaitu perpecahan ummat.

Satu kata yang bisa memiliki efek lahirnya sesuatu, maka kelahiran sesuatu itu memiliki urutan-urutan.
Setiap Rasul diutus pada ummat tertentu, disetiap ummat yang Rasul itu diutus ada yang beriman ada yang menentang, oleh karena itu kehadiran Rasul malahirkan tumbuhnya ummat baru.

Ummat baru yang tumbuh ini sejatinya berada pada sifat “teguh dalam pendirian dan memiliki kontinuitas beramal”, tetapi ternyata ummat yang baru tumbuh ini punya potensi turun derajat menjadi memiliki sifat “berpecah belah dan terputus amalan”

maka tilka dipakai, makna pemakaian kata ganti penunjuk jauh adalah disebabkan ketinggian derajat para Rasul,
adapun kemuannatsan ny dipakai bahwa objek utama perhatian disini bukan pada para Rasul, tetapi pada tingkah polah ummat dari para Rasul tersebut.

#documentoflife
#sharingiscaring

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHANGEMAKER JOURNEY

JURNAL 5 BUNDA SHALIHAH : IDENTIFIKASI AKSI

JURNAL 3 : UNDERSTANDING YOUR PROBLEM