JURNAL 3 : UNDERSTANDING YOUR PROBLEM
Bismillahirrahmanirrahiim ...
Di Jurnal ke -3 ini kami diminta menyelami masalah lebih dalam dan lebih dalam lagi. Langkah pertama kami di dalam team mendiskusikan problem statement. Apabila problem statement team itu berbeda dari problem statement awal saya, hal ini adalah keniscayaan. Karena setelah bertemu beberapa kepala di team dan masing-masing dari kami memberikan problem statement-nya, ternyata menjadi berubah dari awal problem statement saya. Ternyata kami bisa menemukan akar masalah lebih mendalam.
Awalnya di jurnal 1 identifikasi masalah ( baca disini ) problem statement saya terkait kesulitan ibu membersamai ananda menuju baligh dan ini disebabkan dua akar masalah yaitu pertama, kurangnya pemahaman pola asuh anak terutama menuju baligh. Kedua , belum bahagia menjalankan peran sebagai ibu. Kemudian anggota team kesatu yaitu Bu Tika memberikan problem statement yang berbeda sudut pandangnya. Bu Tika sebagai ibu 1 anak (11 tahun) dan juga berprofesi sebagai guru SD kelas 6 menyampaikan problem statement-nya yaitu kegagapan Ibu menghadapi perubahan sikap anak ketika menjelang baligh. Anggota team kedua yaitu, Bu Inang yang berprofesi sebagai guru SD kelas 5 memberikan pendapat yang hampir sama. Problem statementnya adalah kurang stabilnya emosi anak di usia menjelang baligh dan kurang produktif komunikasi ortu dalam menghadapi perubahan sikap anak menuju baligh.
Setelah berdiskusi maka kami coba mendalami lagi akar masalahnya. Mengapa Ibu tidak melakukan komunikasi produktif? Mengapa Ibu itu tidak bahagia ? Mengapa ibu yang sudah belajar ilmu parenting terkadang masih emosi membersamai anak-anak yang mengalami perubahan sikap ketika menuju baligh / baligh awal. Setelah kami diskusikan akhirnya kami sepakati bahwa problem statement team adalah pengolaaan emosi Ibu dalam membersamai anak menuju baligh. Kami berfikir bahwa pengelolaan emosi ini penting bagi seorang Ibu dalam membersamai ananda. Karena jika emosi Ibu sehat maka perubahan apapun di setiap tahap perkembangan anak , Ibu akan siap menghadapinya dan bahagia menjalankannya.
Selanjutnya kami membuat pertanyaan 5W1H untuk lebih menyelami problem statement team kami. Kami menemukan beberapa pertanyaan dalam setiap ujung bintang , yaitu:
WHAT
1. Apa yang dimaksud emosi ?
Emosi adalah suatu reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitas emosi biasanya terkait erat dengan aktivitas kognitif (berpikir) manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi.
2. Apa jenis-jenis emosi?
Emosi digolongkan dalam dua jenis yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif seperti perasaan bahagia , gembira, senang dan cinta . Emosi negatif seperti takut, cemas, sedih, marah dll
3. Apa manfaat kita belajar tentang mengelola emosi?
Memahami tentang seluk beluk emosi membuat kita mampu mengontrol diri. Bagaimana emosi itu muncul? Apa sebabnya? Pemahaman mulai dari pengertian hingga dampak dari emosi membuat kita paham tentang emosi itu sendiri. Sehingga memberi dampak baik bagi kita untuk mengelola emosi.
4. Apa fungsi manajemen emosi bagi seorang ibu?
Manajemen emosi bagi seorang Ibu sangatlah penting. Dengan ketrampilan mengelola emosi kita akan mampu berkomunikasi dengan baik kepada anak dan pasangan. Mampu mengontrol emosi dan memberi respon positif dalam segala keadaan.
5. Apa dampak tidak memanaje emosi bagi seorang ibu?
Ibu gampang stress, marah dengan meledak atau dipendam dan tentunya tidak baik untuk proses pengasuhan anak juga komunikasi keluarga terhambat
6. Apakah penting mengelola emosi?
sangat penting, bahkan di dalam Islam diatur bagaimana mengelola emosi
7. Apa saja metode dalam pengelolaan emosi ??
masih mencari
WHY ?
1. Mengapa kita harus tahu tentang mengelola emosi ? Penting bagi seorang Ibu dalam menghadapi perkembangan anak
2. Mengapa Pengelolaan Emosi menjadi akar masalah bagi Ibu dalam membersamai anak ?
karena komunikasi produktif,pengasuhan bahagia jika seorang ibu bahagia, dan ibu bahagia jika manajemen emosinya baik
WHERE?
1. Dimana kita belajar tentang memgelola emosi? Dimana saja
2. Dimana kita bisa menemui orang-orang yang telah melakukan pengelolaan emosi dengan baik? Orang-orang yang mendalami ilmu ini, praktisi dll
WHEN
1. kapan seseorang dikatakan sehat pengelolaan emosinya? Apabila mampu secara tepat menggunakan emosinya
2. Kapan teori pengelolaan emosi diterapkan? dikenalkan sejak dini
WHO
1. Siapakah contoh orang yang mempunyai pengelolaan emosi terbaik? Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah
2. Siapa saja yang harus menguasai ketrampilan pemgelolaan emosi? Semua orang
3. Siapa yang berdampak jika emosi Ibu tidak dikelola dengan baik? Anak, pasangan
HOW
1. Bagaimana caranya seorang Ibu memiliki pengelolaan emosi yang baik? Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengetahui ilmu tentang manajemenemosi, tahu cara merespon dalam segala kondisi
2. Bagaimana agar kita konsisten memiliki.emosi yang baik? Taqarrub ilallah, berkumpul dengan orang sholih, mengetahui potensi diri, terampil mengelola emosi
3. Bagaimana pengelolaan emosi ini bisa dikuasai.oleh para Ibu ?? Jika dilatih terus menerus maka akan menjadi terampil, niatkan karena Allah SWT sehingga bernilai ibadah
Kami menjawabnya dengan mencari literatur dan berdiskusi bersama. Untuk menemui ahli kami belum belum bertemu masih konfirmasi. Kami akan berdiskusi dengan Inspirator Orang Tua hebat nasional yang beliau fokus di Happy and Productive Parent. Beliau adalah Ibu Dini Sumaryanti. Insyaa Allah beliau bersedia untuk berdiskusi. Insyaa allah hasilnya akan di tulis di jurnal berikutnya.
Sebagai modal saya dan Bu Tika juga pernah mengikuti training beliau, di Kelas Healing Comunication yang terkait dengan pengelolaan emosi Ibu, Ini menjadi modal ilmu untuk melangkah menyelesaikan problem statement team kami. Semoga dengan mendalami masalah ini akan menyelesaikan masalah para Ibu dan menjadikan para Ibu bahagia menjalankan perannya. Aamiin
Komentar
Posting Komentar