JURNAL 1 BUNDA SALIHAH : IDENTIFIKASI MASALAH

 IDENTIFIKASI MASALAH

Sebagai langkah awal menjadi ibu pembaharu, kami para mahasiswa Kampus Ibu Pembaharu diminta mengidentifikasi masalah. Semua masalah yang ada, baik masalah individu, keluarga, atau lingkungan kita catat dan kita kelompokkan. Ketika mengidentifikasi masalah,  akhirnya saya temukan apa yang menjadi masalah saya. 

Bagaimana saya tahu kalau ini menjadi masalah saya? jawabannya karena saya jadi kepikiran terus, seperti muter-muter di kepala  hehe....Yang membuat saya jadi kepikiran itu  ketika ibu-ibu sering curhat tentang anaknya yang berubah ketika pandemi menjadi kecanduan game online,. Ada juga yang berubah sikapnya menjadi suka membantah. Dan ada ibu-ibu yang bingung dengan perubahan sikap anak-anaknya ketika menjelang baligh. 

Bersyukur ibu-ibu tersebut curhat / diskusi dengan saya. Saya uga ikut merasakan, dimana saya pun sedang membersamai anak-anak awal baligh, membersamai anak yang belajar daring. Sehingga saya pun ikut merasakan dan memahami apa yang ibu-ibu keluhkan. Inilah yang mendorong saya ingin berbuat sesuatu untuk membantu para ibu-ibu supaya bahagia membersamai putra-putrinya. 

Juga sebagai wadah untuk sama-sama belajar dan saling membantu. Allah ta'ala pasti akan memberikan jalan keluar atau ide . Semoga bisa menjadi jalan solusi bagi para ibu di lingkungan saya. 







Kita perlu membuat jumlah solusi lebih banyak daripada jumlah masalah, caranya dengan menambah changemaker. Everyone a changemaker. Semoga saya akan belajar menjadi ibu pembaharu. Everymother a Changemaker. Saya akan belajar untuk konsisten melakukan cognitive emphaty dengan memperhatikan dan mendengarkan masalah sosial untuk kemudian mencari solusi. Saya merasa berhasil menyelasaikan maslaah ini jika saya bisa membantu para ibu yang mengalami kesulitan. saya berharap bisa membuat sesuatu yang berarti dan bermanfaat untuk para ibu di lingkungan saya. 





Maka setelah saya renungkan, demikianlah analisis akar masalah (gambar bawah ). Setelah menganalisis akan lebih mudah untuk fokus menemukan solusi. Setelah saya cermati saya menemukan akar masalahnya yaitu ibu-ibu yang mengalami kesulitan atau bahkan stress menghadapi polah tingkah anaknya terutama di masa pandemi . Karena disebabkan dua hal yaitu kurang ilmu tentang pola pengasuhan anak ditambah lagi kreatifitas yang dimiliki juga kurang terasah. Dan akar masalah yang kedua adalah ibu-ibu tersebut stress karena kurang bahagai menjalani perannya sebagai ibu. Maka perlu dipahamkan apa makna bahagia yang sesungguhnya sebagai seorang ibu yang merupakan sekolah pertama dan utama bagi ananda. Karena "bahagia adalah salah satu kunci sukses keberhasilan parenting"




Bismillah....semoga Allah SWT mudahkan memberi manfaat bagi para ibu-ibu di lingkungan dan lebih meluas lagi.  Jelas saya tak bisa sendiri, karena sendiri itu beraaat. Semoga Allah pilihkan team yang saling support untu meluaskan manfaat. Aamiin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHANGEMAKER JOURNEY

JURNAL 5 BUNDA SHALIHAH : IDENTIFIKASI AKSI

JURNAL 3 : UNDERSTANDING YOUR PROBLEM